
Surakarta, Biromawa — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Webinar Pendidikan Anti Radikalisme yang dihadiri oleh berbagai elemen akademik dan mahasiswa. Acara ini digelar pada Senin, 20 Januari 2025, melalui platform Zoom Meeting dan bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya radikalisasi serta upaya pencegahannya, terutama di kalangan generasi muda.
Webinar yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam UMS, serta Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., Ketua Bidang Kajian Al-Qur’an dan Hadits Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, ST, MT selaku Kepala Biro Kemahasiswaan UMS, menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya radikalisasi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa bisa lebih peka terhadap gejala radikalisasi yang marak di kalangan anak muda, dan bagaimana kita dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi,” ujar Ahmad.
Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag. dalam materinya menyampaikan bahwa radikalisasi sering kali disebabkan oleh ketidakpahaman terhadap agama dan ideologi yang digunakan untuk menyebarkan kekerasan. “Penting bagi kita untuk mengedepankan moderasi beragama, serta menyebarkan nilai-nilai kedamaian yang ada dalam ajaran Islam,” katanya.
Sementara itu, Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. menambahkan bahwa umat Islam harus mampu menanggulangi paham radikal dengan kembali pada pemahaman yang benar tentang Al-Qur’an dan Hadits yang mengajarkan kedamaian dan toleransi. “Radikalisasi tidak hanya merugikan umat, tetapi juga merusak citra agama,” tegasnya.
Acara ini juga dilaporkan oleh Dr. Mahasri Shobahiya, Kabag Kaderisasi dan Dakwah Biro Kemahasiswaan UMS, yang mengungkapkan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari upaya UMS untuk mengedukasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, termasuk isu radikalisasi. “Semoga kegiatan ini dapat membuka wawasan kita semua tentang pentingnya menjaga kedamaian, dan bersama-sama menghalau paham radikal yang dapat merusak tatanan sosial,” harap Mahasri.
Webinar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi peserta maupun masyarakat umum, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan menciptakan lingkungan yang aman dari radikalisasi.