UMS Raih Lima Penghargaan Internasional pada Ajang IPITEX 2026 di Thailand


Bangkok, Thailand — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada ajang 2026 International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang diselenggarakan di Bangkok International Trade & Exhibition Center (BITEC) pada 5–9 Januari 2026, UMS berhasil meraih lima penghargaan dari berbagai kategori inovasi. IPITEX merupakan salah satu pameran inovasi dan teknologi bergengsi tingkat internasional yang diikuti oleh peneliti, akademisi, dan inovator dari berbagai negara. Pada ajang ini, UMS mengirimkan beberapa tim mahasiswa lintas disiplin ilmu dengan karya inovatif yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan sistem pembayaran digital.

Salah satu capaian tertinggi diraih oleh Tim Geasy dengan inovasi berjudul “AI Smart Sustainable Nutrition 4-in-1 ICT Ecosystem for Healthier Future” yang berhasil memperoleh Gold Medal. Tim ini beranggotakan Arief Surya Adhi, Salsabila Khoirun Nisa, Dizzo Violeta, dan Aswa Arsa Kumala, dengan bimbingan dosen Izzatul Arifah, S.K.M., M.P.H. Selain itu, prestasi Gold juga diperkuat oleh Tim Bio Think melalui inovasi “Biodegradable Foam Cooling Box from Castor Oil with IoT-Based Temperature and pH Monitoring for Fisheries Distribution” yang meraih Gold Medal sekaligus Canadian Special Award of Excellence. Tim Bio Think beranggotakan Mualifandhika Suryagus Pratama, Satria Gemilang Kusuma Perdana, Yoon Eaindray, Shyerly Fauziah Nur Rizki, dan Rajiv Tamim Wicaksana, dengan dosen pembimbing Ir. Muh Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T.

Penghargaan Silver Medal diraih oleh Tim QryptoPay melalui inovasi “Designing a Hybrid Crypto & QR Payment Platform with Real-Time System”. Tim yang terdiri dari Gunawan Hafiz Januar, Satria Maulana Hidayat, Wahyu Reihan Nur Khabib, Muhammad Wahyu Jati, dan Syaban Al Musyafifa Ibnu Ahmad ini menghadirkan solusi sistem pembayaran hibrida berbasis kripto dan QR yang adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial, dengan bimbingan dosen Afit Nuryulia Praswati, S.E., M.M. Selain itu, Tim CaviSense juga meraih Silver Medal lewat inovasi “Internet of Things-Based Vibration Detection System for Monitoring and Preventing Cavitation in Industrial Pumps at Coal Mine Pits” yang berfokus pada sistem deteksi getaran berbasis IoT untuk memantau sekaligus mencegah kavitasi pada pompa industri di area tambang batubara. Tim CaviSense beranggotakan Muhammad Bagus Kurniadi, Naqsa Er Haryanto, Muhammad Adityo Rivalta, Marko Refianto, dan Muhammad Akmal Indratma, dengan dosen pembimbing Ir. Muh Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T.

Sementara itu, Tim ZIMO berhasil meraih Bronze Medal melalui inovasi “AI Gamified Health and Education Innovation to Address the Triple Burden of Adolescent Malnutrition and Advance Global Nutrition Intelligence”. Tim ini beranggotakan Maulia Hidayah, Asterika Indah Nuraini, Yuanda Eka Saputra, Shandy Yusril Fadlullah, Hanifah Herawati, dan Irfan Malik Tamroini, dengan dosen pembimbing Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng. dan Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., ITE. Inovasi ini menggabungkan pendekatan gamifikasi dan kecerdasan buatan untuk edukasi kesehatan dan gizi remaja.

Keberhasilan UMS dalam ajang IPITEX 2026 tidak hanya menunjukkan kualitas inovasi mahasiswa, tetapi juga menegaskan komitmen universitas dalam mendorong riset terapan, kolaborasi lintas disiplin, serta kontribusi nyata terhadap permasalahan global. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMS mampu bersaing dan berkontribusi di level internasional melalui inovasi yang relevan dan berdampak.