Surakarta, 13 Juli 2026 – Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pembinaan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) secara daring melalui platform Zoom Meeting. Agenda rutin ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat akuntabilitas akademik, memantau keberlangsung studi, serta mengakselerasi prestasi mahasiswa penerima KIP-K di lingkungan UMS.
Kegiatan ini diawali dengan pengarahan serta motivasi mendalam dari Direktur DKPTI UMS, Bapak Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa seluruh proses seleksi penerima Beasiswa KIP-K di UMS dilaksanakan secara transparan dan ketat sesuai dengan kriteria administratif maupun tes kemampuan akademik.
“Mahasiswa penerima KIP-K harus menjadi role model yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkarya di non-akademik serta mengasah softskills untuk kesiapan pascakuliah. Saat ini DKPTI sedang membangun sistem lifeskill, dan para penerima beasiswa KIP-K harus menjadi pelopor utama dalam menyukseskan capaian tersebut,” tegas Ir. Ahmad Kholid Alghofari, M.T.

Sesi inti pemaparan materi disampaikan langsung oleh Kepala Subdirektorat Softskill dan Layanan Kemahasiswaan sekaligus PIC Pengelola Beasiswa, Ibu Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D. Beliau menjelaskan bahwa KIP-K bukanlah “hadiah pasif”, melainkan sebuah amanah yang menuntut akuntabilitas, keaktifan, dan kedisiplinan pemutakhiran data.
Dalam pemaparannya, beliau memaparkan desain pembinaan terstruktur yang dilaksanakan dalam dua siklus setiap tahun ajaran, mencakup pemantauan awal, tengah, hingga akhir semester. Sistem pembinaan ini berfokus pada lima pilar utama, yaitu pemantauan capaian akademik (IPK dan SKS), pemetaan potensi prestasi akademik maupun non-akademik, rekam keaktifan dalam organisasi mahasiswa dan pengabdian, kepatuhan administrasi KIP-K, serta pembentukan karakter dan mentalitas berintegritas. Melalui pilar-pilar tersebut, mahasiswa diarahkan untuk melakukan evaluasi mandiri guna mengidentifikasi hambatan studi sekaligus menyusun langkah perbaikan secara konkret.
Selanjutnya, Putri Rahmawati, S.Pd. bersama Nur Ashari Ainun Fitri, S.T. dari Tim Pengelola Beasiswa DKPTI memberikan instruksi teknis terkait kewajiban pelaporan penugasan dan evaluasi akhir semester melalui portal resmi pengisian berkas evaluasi belajar mahasiswa selama satu semester, serta memandu pengisian Kuesioner Layanan Kemahasiswaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai teknis pengisian data nilai dan berkas administrasi.

Melalui pelaksanaan Pembinaan dan Monev ini, output nyata yang dihasilkan adalah terpetakannya rekam jejak akademik, potensi prestasi, serta data administrasi seluruh mahasiswa penerima KIP-K secara akurat dan sebagai bahan evaluasi keberlanjutan beasiswa. DKPTI UMS berharap program pembinaan terarah ini dapat melahirkan lulusan penerima beasiswa yang tidak hanya lulus tepat waktu dengan IPK memuaskan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, aktif berkontribusi, serta siap menjadi teladan yang menginspirasi di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.